Rancangan
Penelitian Kualitatif
Dalam
konsep penelitian kualitatif, sebenarnya cendrung menjadi kurang terstruktur,
bila dibandingkan studi kuantitatif. Studi – studi yang menggunakan pendekatan
kualitatif cendrung menjadi lebih sulit bagi kebanyakan orang, karena cendrung
menjadi studi yang luas, holistic dan mendalam yang dilaksanakan sepanjang satu
periode yang lama.
Karena
pertanyaan – pertanyaan penelitian kualitatif cendrung lebih berujung terbuka,
guru sebagai peneliti kadang kesulitan dalam mengidentifikasi metode yang pasti
yang akan mereka gunakan.
Leedy
dan Ormrod dalam Craig A. Mertler (2014) menyediakan satu tinjauan atas
beberapa pendekatan terhadap penelitian, yang mencakup studi kasus, studi
etnografis dan fenomenologis.
a. Studi Kasus
Dalamstudi kasus sebuah program atau event individual tertentu
dipelajari secara mendalam selama periode yang ditetapkan, biasanya
mengandalkan berbagai sumber data, yang mencakup observasi, wawancara, dan
tinjauan tentang dokumen yang ada.
Secara
formal studi kasus didefenisikan sebagai pengujian yang rinci
atas pengaturan (setting) tunggal,
subjek tunggal, atau event khusus. Studi
kasus dapat bervariasi dari segi kompleksitas, kedalaman, dan keluasa.
Berfokus pada subjek tunggal adalah cara terbaik untuk memulai bekerja dengan
rancangan studi kasus. Setelah studi kasus dengan subjek, setting, atau
peristiwa (event) tunggal, peneliti tindakan bisa maju terus ke studi kasus
multi-kasus atau multi subjek.
Studi
kasus, digambarkan seperti sebuah corong, awal studi berlokasi pada sisi corong
yang luas atau terbuka. Guru atau peneliti mencari orang atau tempat yang
berfungsi dengan baik sebagai sumber data untuk menginvenstigasi topic – topic
terpilih, setelah itu peneliti mengumpulkan data sambil berbarengan dan
mengeksplorasi, menganalisis, dan meninjau data – data itu dalam rangka
mengambil keputusan tentang langkah berikutnya dalam studi. Rancangan
penelitian dan prosedur pengumpulan data terus menerus dimodifikasi dan
dispesifikasi. Seiring berjalan nya waktu, guru peneliti mampu membuat
ketentuan spesifik tentang focus dari studi. Keputusan tersebut meliputi
setting, subjek, atau sumber data yang akan berfungsi sebagai focus studi yang
benar.
b. Studi Kasus Observasional
Studi
kasus observasional barangkali merupakan jenis studi kasus yang paling umum.
Focus dari studi kasus observasional adalah lokasi fisik khusus dalam organasi
seperti sebuah ruang kelas, ruang duduk guru, kantor, atau kafetaria, suatu
kelompok khusus orang atau aktifitas khusus disekolah.
Peneliti
harus menyadari bahwa persyaratan studi kasus observasional adalah menyeleksi
satu focus dalam setting sekolah. Melalui penggunaan data, yang dikumpulkan
terutama dalam bentuk observasi dan wawancara, guru peneliti harus
memperhitingkan relasi dari focus studi disekolah secara keseluruhan. Karena
alasan tersebut, lebih baik menyeleksi satu aspek yang dapat dilihat sebagai
unit yang benar – benar ada.
Peneliti
juga harus berhati – hati ketika menyeleksi dan mengidentifikasi kelompok orang
untuk studi kasus observasional. Semakin kecil jumlah peserta atau subjek dalam
kelompok yang dipelajari,maka semakin mungkin bagi peneliti untuk mengubah
perilaku itu hanya dengan kehadiran peneliti.
c. Studi Observasional
Studi
observasional sama dengan dengan studi kasus obeservasional, didalamnya
peneliti menjadi bagian integral dari seting studi. Tapi yang membedakannnya
adalah focus tidak diarahkan pada satu aspek organisasi sebuah sekolah,
melainkan fokusnya lebih luas.
Peserta studi
mungkin tidak akan terbuka kepada peneliti untuk berbagi perasaan persepsi atau
opini – opini yang jujur. Tindakan menjadi orang terpercaya dalam setting
sesungguhnya membuat peneliti menjadi partisipan dalam setting atau kelompok
tertentu hal ini disebut juga dengan “observasi partisipan”
Dengan berpartisipasinya
peneliti dalam sebuah kelomok atau setting tertentu akan membuat peneliti bisa
melihat langsung tentang pola – pola perilaku, mengalami hal yang tidak terduga
dan bisa mengembangkan kualitas kepercayaan yang lebih dalam memungkinkan untuk
memotivasi peserta didik. Observasi pasrtisipan adalah suatu yang umumnya
terjadi sepanjang pengumpulan data dalam studi observasional.
Dalam studi
observasional ada beberapa level partisipasi peneliti
|
Pengamat
|
|
Pengamat
sebagai peserta
sebagai
|
|
Peserta sebagai pengamat
|
|
Peserta penuh
|
|
Pengamat
|
|
Pengamat
sebagai peserta
sebagai
|
|
Peserta sebagai pengamat
|
Observasi
partisipan bisa sebagai sarana pengumpul data saja, walaupun ditambahkan dengan
wawancara individual atau kelompok kecil. Dalam peran peneliti sebagai
pengamat, peneliti berinteraksi sedikit saja atau sama sekali tidak beriteraksi
dengan peserta yang dipelajarinya. Sehingga peserta didik tidak mengetahui
bahwa mereka sedang diobservasi.
Pada level
pengamat sebagi peserta atau partisipan, peran guru peneliti pada level ini adalah
pertama – tama peneliti tetap sebagai seorang pengamat namun memiliki berapa
level interaksi dengan siswa. Pada umumnya peserta didik mengetahui mereka
diobseravasi sehingga mungkin ada beberapa komunikasi non verbal yang terjad
antara partisipan dan pengamat.
Pada level
partisipan sebagai pengamat, dalam hal ini peneliti mengambil jauh lebih banyak
peran aktif dengan konteks setting particular. Peneliti harus mengobservasi dan
mengambil catatan tentang apa yang diobservasi namun juga memiliki peluang
untuk bertinteraksi dengan peserta dalam studi. Pada saat peneliti berinteraksi
dengan dengan peserta didik, akan semakin besar peluang peneliti untuk
mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi.
Pada level
terakhir yaitu peneliti se begai peserta penuh (fuul participant) peneliti berfungsi penuh sebagai anggota
“komunitas” dan jug sebagai peneliti. Dalam peran ini peneliti adalah bagian
pertama dan utama dari kelompok yang juga kebetulan mengumpulkan data tentang
kelompok.
Untuk bisa
menentukan dilevel mana seorang peneliti sangat tergantung pada sifat dari
pertanyaan – pertanyaan penelitian, onten dari studi dan sifat dari kelompok
yang akan dipelajari.
d.
Metode
Komparatif Konstan
Metode komparatif
konstan adalah sebuah rancangan penelitian bagi studi – studi yang mencakup
sumber multi-data, dimana analisis data
mulai awal dan hamper selesai pada akhir pengumpulan data. Pengumpulan data
umumnya mulai seelum topic atau focus spesifik tentang studi yang
diidentifikasi.langkah – langkah yang tercakup dalam mengimplemetasikan metode
komparatif yang konstan mencakup:
a) Mulailah
pengumpulan data.
b) Periksalah
data untuk mendapatkan isu – isu pokok, peritiwa yang berulang, atau aktivitas
– aktivitas yang mungkin menjadi focus dari studi dan basis bagi pengkategorian
data.
c) Teruslah
mengumpulkan data yang memberikan insiden – insiden kategori focus.
d) Mulailah
menulis kategori – kategori yang di eksplorasi, berusaha untuk menggambarkan
dan menjelaskan semua insiden yang termasuk dalam data sementara, pada saat
mencari insiden baru.
e) Teruslah
bekerja dengan data dan “model” yang muncul dalam rangka menemukan proses
social dan relasi dasr di kalangan dan di antara individu – individu dalam
kelompok yang dipelajari.
f) Terlibatlah
dalam meringkas, mengkodifikasi, dan menulis ketika analisis berfokus pada
kategori yang paling bermakna.
Penting dicatat bahwa walaupun proses ini sudah digambarkan sebagai seri
langakah yang tampak linear, semua langkah sesungguhnya terjadi secara simultan
dengan cara yang betul – betul terpadu. Pengumpulan data dan analisis terus
menggandakan kembali dan mengunjungi lebih banyak pengumpulan dan analisis
data. Bisa disimpulkan bahwa metode komparatif konstan melambangkan penelitian
tindakan berbasis ruang kelas dengan sifatnya yang jelas – jelas siklikal.




0 komentar:
Posting Komentar