Rabu, 27 April 2016

RANCANGAN PENELITIAN PENGEMBANGAN (R&D I)

      Rancangan Penelitian Kualitatif
Dalam konsep penelitian kualitatif, sebenarnya cendrung menjadi kurang terstruktur, bila dibandingkan studi kuantitatif. Studi – studi yang menggunakan pendekatan kualitatif cendrung menjadi lebih sulit bagi kebanyakan orang, karena cendrung menjadi studi yang luas, holistic dan mendalam yang dilaksanakan sepanjang satu periode yang lama.
Karena pertanyaan – pertanyaan penelitian kualitatif cendrung lebih berujung terbuka, guru sebagai peneliti kadang kesulitan dalam mengidentifikasi metode yang pasti yang akan mereka gunakan.
Leedy dan Ormrod dalam Craig A. Mertler (2014) menyediakan satu tinjauan atas beberapa pendekatan terhadap penelitian, yang mencakup studi kasus, studi etnografis dan fenomenologis.
a.    Studi Kasus
Dalamstudi kasus  sebuah program atau event individual tertentu dipelajari secara mendalam selama periode yang ditetapkan, biasanya mengandalkan berbagai sumber data, yang mencakup observasi, wawancara, dan tinjauan tentang dokumen yang ada.
Secara formal studi kasus  didefenisikan sebagai pengujian yang rinci atas pengaturan (setting) tunggal, subjek tunggal, atau event khusus. Studi kasus dapat bervariasi dari segi kompleksitas, kedalaman, dan keluasa. Berfokus pada subjek tunggal adalah cara terbaik untuk memulai bekerja dengan rancangan studi kasus. Setelah studi kasus dengan subjek, setting, atau peristiwa (event) tunggal, peneliti tindakan bisa maju terus ke studi kasus multi-kasus atau multi subjek.
Studi kasus, digambarkan seperti sebuah corong, awal studi berlokasi pada sisi corong yang luas atau terbuka. Guru atau peneliti mencari orang atau tempat yang berfungsi dengan baik sebagai sumber data untuk menginvenstigasi topic – topic terpilih, setelah itu peneliti mengumpulkan data sambil berbarengan dan mengeksplorasi, menganalisis, dan meninjau data – data itu dalam rangka mengambil keputusan tentang langkah berikutnya dalam studi. Rancangan penelitian dan prosedur pengumpulan data terus menerus dimodifikasi dan dispesifikasi. Seiring berjalan nya waktu, guru peneliti mampu membuat ketentuan spesifik tentang focus dari studi. Keputusan tersebut meliputi setting, subjek, atau sumber data yang akan berfungsi sebagai focus studi yang benar.
b.   Studi Kasus Observasional
Studi kasus observasional barangkali merupakan jenis studi kasus yang paling umum. Focus dari studi kasus observasional adalah lokasi fisik khusus dalam organasi seperti sebuah ruang kelas, ruang duduk guru, kantor, atau kafetaria, suatu kelompok khusus orang atau aktifitas khusus disekolah.
Peneliti harus menyadari bahwa persyaratan studi kasus observasional adalah menyeleksi satu focus dalam setting sekolah. Melalui penggunaan data, yang dikumpulkan terutama dalam bentuk observasi dan wawancara, guru peneliti harus memperhitingkan relasi dari focus studi disekolah secara keseluruhan. Karena alasan tersebut, lebih baik menyeleksi satu aspek yang dapat dilihat sebagai unit yang benar – benar ada.
Peneliti juga harus berhati – hati ketika menyeleksi dan mengidentifikasi kelompok orang untuk studi kasus observasional. Semakin kecil jumlah peserta atau subjek dalam kelompok yang dipelajari,maka semakin mungkin bagi peneliti untuk mengubah perilaku itu hanya dengan kehadiran peneliti.
c.    Studi Observasional
Studi observasional sama dengan dengan studi kasus obeservasional, didalamnya peneliti menjadi bagian integral dari seting studi. Tapi yang membedakannnya adalah focus tidak diarahkan pada satu aspek organisasi sebuah sekolah, melainkan fokusnya lebih luas.
Peserta studi mungkin tidak akan terbuka kepada peneliti untuk berbagi perasaan persepsi atau opini – opini yang jujur. Tindakan menjadi orang terpercaya dalam setting sesungguhnya membuat peneliti menjadi partisipan dalam setting atau kelompok tertentu hal ini disebut juga dengan “observasi partisipan”
Dengan berpartisipasinya peneliti dalam sebuah kelomok atau setting tertentu akan membuat peneliti bisa melihat langsung tentang pola – pola perilaku, mengalami hal yang tidak terduga dan bisa mengembangkan kualitas kepercayaan yang lebih dalam memungkinkan untuk memotivasi peserta didik. Observasi pasrtisipan adalah suatu yang umumnya terjadi sepanjang pengumpulan data dalam studi observasional.
Dalam studi observasional ada beberapa level partisipasi peneliti
Pengamat


Pengamat
sebagai peserta
sebagai


Peserta sebagai pengamat


Peserta penuh


Pengamat


Pengamat
sebagai peserta
sebagai


Peserta sebagai pengamat


 






Observasi partisipan bisa sebagai sarana pengumpul data saja, walaupun ditambahkan dengan wawancara individual atau kelompok kecil. Dalam peran peneliti sebagai pengamat, peneliti berinteraksi sedikit saja atau sama sekali tidak beriteraksi dengan peserta yang dipelajarinya. Sehingga peserta didik tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi.
Pada level pengamat sebagi peserta atau partisipan, peran guru peneliti pada level ini adalah pertama – tama peneliti tetap sebagai seorang pengamat namun memiliki berapa level interaksi dengan siswa. Pada umumnya peserta didik mengetahui mereka diobseravasi sehingga mungkin ada beberapa komunikasi non verbal yang terjad antara partisipan dan pengamat.
Pada level partisipan sebagai pengamat, dalam hal ini peneliti mengambil jauh lebih banyak peran aktif dengan konteks setting particular. Peneliti harus mengobservasi dan mengambil catatan tentang apa yang diobservasi namun juga memiliki peluang untuk bertinteraksi dengan peserta dalam studi. Pada saat peneliti berinteraksi dengan dengan peserta didik, akan semakin besar peluang peneliti untuk mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi.
Pada level terakhir yaitu peneliti se begai peserta penuh (fuul participant) peneliti berfungsi penuh sebagai anggota “komunitas” dan jug sebagai peneliti. Dalam peran ini peneliti adalah bagian pertama dan utama dari kelompok yang juga kebetulan mengumpulkan data tentang kelompok.
Untuk bisa menentukan dilevel mana seorang peneliti sangat tergantung pada sifat dari pertanyaan – pertanyaan penelitian, onten dari studi dan sifat dari kelompok yang akan dipelajari.
d.   Metode Komparatif Konstan
Metode komparatif konstan adalah sebuah rancangan penelitian bagi studi – studi yang mencakup sumber multi-data, dimana  analisis data mulai awal dan hamper selesai pada akhir pengumpulan data. Pengumpulan data umumnya mulai seelum topic atau focus spesifik tentang studi yang diidentifikasi.langkah – langkah yang tercakup dalam mengimplemetasikan metode komparatif yang konstan mencakup:
a)    Mulailah pengumpulan data.
b)   Periksalah data untuk mendapatkan isu – isu pokok, peritiwa yang berulang, atau aktivitas – aktivitas yang mungkin menjadi focus dari studi dan basis bagi pengkategorian data.
c)    Teruslah mengumpulkan data yang memberikan insiden – insiden kategori focus.
d)   Mulailah menulis kategori – kategori yang di eksplorasi, berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan semua insiden yang termasuk dalam data sementara, pada saat mencari insiden baru.
e)    Teruslah bekerja dengan data dan “model” yang muncul dalam rangka menemukan proses social dan relasi dasr di kalangan dan di antara individu – individu dalam kelompok yang dipelajari.
f)    Terlibatlah dalam meringkas, mengkodifikasi, dan menulis ketika analisis berfokus pada kategori yang paling bermakna.

Penting dicatat bahwa walaupun proses ini sudah digambarkan sebagai seri langakah yang tampak linear, semua langkah sesungguhnya terjadi secara simultan dengan cara yang betul – betul terpadu. Pengumpulan data dan analisis terus menggandakan kembali dan mengunjungi lebih banyak pengumpulan dan analisis data. Bisa disimpulkan bahwa metode komparatif konstan melambangkan penelitian tindakan berbasis ruang kelas dengan sifatnya yang jelas – jelas siklikal.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More